Hey ya!! >.<

I dont expect to see you
Tapi mata g berhenti menatap pintu
I dont expect to see you
Tapi aku g berhenti melirik jemu
I dont expect cause i dont want you dont come as i expected

I dont want to see you
Meski aku tahu kamu berjalan memasuki pintu
I dont want to see you
Meski dalam gagu aku melirikmu
Sumpah, i dont want to see you
Makanya please jangan berkeliaran disekelilingku
Makanya please ..
-Okay im lying-
I dont want to see you, cause just see u its never enough
I dont want to see you, cause just see u it makes me addicted enough

Kalau lagi dalam umur 17 pasti pada ngerasain yang namanya –asli-sumpah-ini- aduh suka yang bener bener parah.. lets just say, if its allow.. Kill me, just kill me.. aaa….

#degdegan ya Allah.. astaghfirullah.. astaghfirullah#

Life is Not Fairy Tale

Di masjid sekitar dua tahun yang lalu. Obrolan ringan, namun isinya bisa bikin teman gua terenyuh. Cuma satu kalimat, tapi teman gua itu merenung. Bahkan gua yang bilang kalimat itu pun jadi sangat merenung.
Kalimat itu biasa banget menurut gua pada awalnya, tapi ngeliat dia yang lagi melalui beberapa cabaran *eh tantangan maksudnya, dan dia mengambil berat pada kalimat itu ga juga jadi menitikkan air mata. Serius, kami menangis bersama.

Gua ga bakal nyangka, betapa kalimat itu bisa menumbuhkan ketabahan yang besar buat dia, seolah kalimat itu merasionalisasi semua harapannya, dan kalimat itu membuat dia menjadi lebih kuat dan tangguh. Dan itu juga, berefek ke gua, bahwasanya sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa *eh bukan.. maksudnya bahwasanya sesungguhnya kalimat itu bakalan gua ingat, dalam setiap galau gua, dalam setiap kacau gua, dalam setiap putus asa gua, dan pastinya gua menaruh kalimat itu diatas mimpi-mimpi gua.

Kalimat itu adalah “Life is not Fairy Tale, dear”… Yup kalimat ini gua taunya awalnya dari judul teenlit, dengan isi yang not-so-extrafabulous. Dan kalimat ini muncul begitu aja ketika, si temen gua yang subhanallah ini bercerita tentang masalahnya.

“Life is not Fairy Tale” do you get the messages, as we get? For me, maybe for us… kalimat itu banget banget menyadarkan bahwa:

-versi shoelehah nya- dunia ini bukan surga, karna surgapun jalannya pasti berliku dan penuh duri dan debu, jadi jangan harapkan keindahan abadi dari dunia ini 🙂

-versi general nya- Gua harus tangguh, mengusahakan jangan cengeng dalam setiap linii kehidupan gua *yeiyyy* karna gua sudah sangat fahami mengerti sadari bahwa gua tinggal dibumi bukan di jannati 🙂

*coba deh kalian fikirin kalimat ini versi kalian-mangstab deh-*

Life isnt Fairy Tale, its more than that.. Life is Real a Tale..
Yang diciptakan Tuhan seindah indahnya, sebuah cerita sempurna hanya untuk kita,,,,

#Terimakasih sudah mengajarkan aku akan arti ketangguhan kawan#
#Untuk seorang sahabat imut yang tangguh, DHF , peluk cinta karna Allah untukmu#

Cerpen Pertama

Cerpen ini sejarahnya dibuat karna tugas.. Baru saja, menyadari bahwa saya sangat sedikit menulis.. di notes pun tidak sampai banyak kali.. saya jarangg sekali menulis.. padahal katanya Om Tere Liye saja kalau mau belajar menulis, ga usah repot repot minta saran, minta komen, dan hal-hal ga penting lainnya.. cukup kamu dan tulisan kamu selama 6 bulan pertama, bisa tidak kamu menulis seribu kata satu hari tak berhenti dalam 6 bulan itu!!!!

*wah sekarang jadi saya bukan gua lagi heheheh itu tandanya ami jadi sedikit lebih manis dari sebelumnya..

Kembali ke sejarah cerpen ini, cerpen ini dibuat atas dasar penokohan yang sangat melekat, hmmm bahkan dulu sampai sampai saat menulisnya pun nama tokoh mencuat.. ckckckckckc parah.. Dan sekarang, kembali lagi ami mengepost-nya karna setelah membaca tulisan ini ami belajar akan kesederhanaan tema, tapi dengan bumbu yang pas, dan hati yang ikhlas akan jadi sebuah tulisan yang *kata orang loh ya* menggetarkan hati. Sekarang ami makin percaya, “Tak hanya ucapan, tulisan pun jika ditulis melalui hati Insha Allah akan tersampaikan ke hati pula”

Dan inilah cerpen pertama saya..

“ Zi bangun sayang ada tamu !” kata Mama sambil menyentuh lembut dahinya.

Sentuhan lembut Mama membangunkan Zi dari tidur lelapnya. Semenjak tiga hari ini ia sakit. Demamnya tak kunujg sembuh setelah dia menghabiskan dua minggu penuh, untuk mempersiapkan aksi perdana organisasi barunya. Minggu malam setelah pulang dari aksi “ Ukhuwah Pelajar Muslim Samarinda”, suhu badan Zi naik drastis.

“ Siapa ma yang jengukin Zi? “ Tanya Zi keheranan. Seingatnya, semua teman – temannya mlai dari teman sekolah sampai teman dari berbagai organisasinya udah “nyetor muka” buat jenguk Zi.

“Bukan orang sini, akhwat*, sendirian lagi “ kata Mama dengan sok misterius

“ Hah ?? Masa’ sich ma? Siapa? Orang luar Kalimantan?? Masa’ temen Facebook Zu kesini ? Akhwat lagi? Siapa yach ? “

“ Namanya Ain katanya, liat aja sendiri !” kata Mama sambil tersenyum senyum lalu ngeloyor pergi.

“ Gag mungkin ah, Mama ni … “

Karena penasaran Zi lalu mempercepat langkahnya yang masih agak lemas, untuk mengenakan seragam lengkapnya, jilbab, baju, rok, dan kaus kaki. Yap, lengkap sudah. Tak lupa, HP NOKIA kesayangan dibawa serta. Kini, tinggal menemui seseorang misterius di luar sana.

***

“ Astaghfirullah !!!!!!!! “ anehnya hanya kata itu yang bisa keluar dari bibir Zi, ketika melihat sosok ikhwan itu.

“ Dek Azmi ??? “ ucap akhwat yang duduk di sebelah Eza, adik Zi

Zi tak bisa menahan air matanya, di depannya ada seseorang yang telah banyak mempengaruhi hidupnya beberapa bulan terakhir ini. Ainul Mardiyah, seorang yang sering memberikan taujihnya, yang sering bercerita tentang pengalamnnya, juga seorang teman Facebook dari Jakarta, yang kini sudah seperti kakak Zi sendiri, datang ke rumahnya!!

“ Kakak, kok bisa ? “ lagi lagi kata yang tak sewajarya terucap dari bibir Zi.

“ Bisa dong, kok nangis dek ? Kakak udah banyak plan yang mau di lakukan hari ini ! Tadi udah banyak cerita ama ibunya Zi, waktu Zi tidur. Jadi, kakak bakalan ngajak Zi sama Eza jalan hari ini. Kakak juga udah nyewa mobil buat jalan. Bisa kan dek? “ kata Kak Kusnan tanpa ragu.

“ Kok kakak nggak ada cerita sih ? “

“ Sudah cepetan siap – siap mau jalan yach dek… “ jawab Kak Kusnan dengan dengan senyuman

“ Na’am kakak !” kat Zi manyun, masih banyak pertanyyan dalam hatinya. Seolah tak mungkin, rasanya baru tadi malam dia mngirim SMS ke Kak ‘Ain yang ada di Jakarta, dan paginya … Masya Allah

***

Dengan memakai mobil sewaan yang disewa Kak ‘Ain, mereka bertiga berangkat. Di dalam mobil, Zi mencecar Kak ‘Ain dengan berbagai pertanyaan. Tetapi, Kak ‘Ain lebih banyak menjawab dengan senyuman. Hingga, Kak ‘Ain menanyakan arah untuk ke salah satu pasar besar di Samarinda. Zi memilih Pasar Pagi sebagai tempat untuk didatangi. Setelah itu, Kak ‘Ain lebih memilih berbicara dengan Eza.

Di Pasar Pagi, berbagai macam alat tulis, buku dan tas – tas sekolah di beli oleh Kak ‘Ain banyak makanan dipesannya, air mineral, dan kue – kue kering pun tak ketinggalan.

“ Kak, Zi tau kakak mau ngapain ?” kata Zi tiba-tiba saat mereka sedang memilih tas

“Oh y ? Bagus deh kalau gitu.. Berarti Zi pinter…. “ hanya itu Kak ‘Ain menjawabnya

Lalu, lagi – lagi senyuman teruntai di bibirnya, dan setelah itu Kak ‘Ain melanjutkan ceritanya bersama Eza. Sedikit rasa kesal di hati Zi, kenapa Kak ‘Ain bersikap seperti itu? Tapi, karena teralihkan oleh atmosfer sibuknya Pasar Pagi siang itu, Zi lupa tentang masalahnya.

***

Adzan Dzuhur berkumandang di tepan Sungai Mahakam, berbisik lembut di setiap telinga penduduk Samarinda untuk mengajak kepada satu pertemuaan indah bersama Rabb-Nya. Tak terkecuali bagi Zi dan yang lain. Beruntung barang – barang yang ada di AIN’s have to buy ( begitu Kak ‘Ain menyebut daftar belanjaannya) teah dibeli semua. Mereka bertiga lalu berjalan bersama ke Masjid Raya Darussalam yang terletak tak jauh dari Pasar Pagi.

Sisa – sisa cahaya barokah setelah sholat masih menempel di wajah lelah Kak ‘Ain yang datang menghampiri Zi. Lagi, tiba – tiba air mata mengalir di pipi Zi, meihat wajah Kak ‘Ain, seperti melihat seluruh hidup beliau yang lelah dan menyedihkan ditengah kekayaan. Kehilangan bundanya sejak masih kecil, beliau juga mengidap penyakit turunan yang kini sudah dalam tahap komplikasi menggerogoti tubuhnya. Tapi, melihat wajah Kak ‘Ain, juga mengingatkan Zi tentang kesabaran, kedermawanan, dan ketegaran. Senyuman tulusnya saat ia berbincang dengan Eza, persisi sperti senyuman di foto yang Zi lihat di Facebooknya; foto – foto Kak ‘Ain bersama anak anak asuhnya. Kak ‘Ain, kegigihan bisnisnya untuk amal dakwah, keuh kesahnya pada Zi akan sakitnya dan lelahnya ia. Astaghfirullahaladzhim….Tak henti istighfar di ucap Zi, semoga kekaguman ini tak berlebihan.

***
Kak ‘Ain mengajak Zi pergi ke lantai 2 Masjid Raya Darussalam. Subhanallah, disana sudah berbaris rapi kurang lebih 30 anak – anak kurang mampu, mungkin para anak jalanan. Entah bagaimana Kak ‘Ain bisa mengumpulkan mereka. Ketika melihat ke barisan depan adik Zi tersayang yang memimpin barisan. Dibantu 5 anggota IRMA Darussaam, acara sederahana itu berlangsung menyenangkan.

Acara diawali dengan makan bersama, games indoor, dan belajar bersama. Dalam hati Zi berdo’a, dia akan melakukan hal ini bersama teman –temannya lagi. Ada kebahagiaan tersembunyi yang anak – anak itu ajarkan. Entah mungkin tentang syukur ataupun qona’ah. Satu hal yang Zi tahu, sejak hari ini ia ingin terus menerus merasaakn kebahagiaan seperti itu lagi.
Hingga pada akhirnya azan Ashar berkumandang, seraya mengingatkan acara hari ini harus berakhir jua. Kak ‘Ain tersenyum dan menangis. Di sela isaknya satu kalmat yang paling Zi ingat adalah “… Terakhir, kk minta do’anya kepada adik – adik semua, besok umur kakak akan berkurang, kakak ulang tahun besok, jadi mohon do’a nya yang terbaik untuk kakak di hadapan Allah dan semoga kita berkumpul kembai surgaNYa. yah” lalu terdengar anak – anak memekik tulus penuh ikhlas

“ Amiiiieeen, Allahu Akbar !!!”

***
Sebeum tiba di rumah, Kak ‘Ain memberhentikan mobilnya di tepi Masjid Daarunni’mah. Angin tepian sungai menembus dinding masjid, di bawah jembatan layang kami bertiga menyantap es Dawet kami.

“ Kak, kakak kok ulang taunnya besok? Bukannya tanggal 24 ya baru ulang tahun ? IIih kakak bo’ong nih sama adek – adek tadi ! “ kata Zi bermaksud memecah suasana.

“ Liat aja besok, udah yuk pulang!”

Sesampainya di rumah, Mama bersikeras menahan Kak ‘Ain untuk tetap tinggal, sampai besok pagi. Entah kenapa? Tapi, Kak ‘Ain memilih sholat Maghrib di Islamic Centre Samarinda sendirian, seraya berjanji akan datang untuk sholat Isya berjamaah di rumah Zi.

***

“ Bhin, kenapa sich Kak ‘Ain jutek baged ama mb ?” kata Zi kepada adiknya Eza, yang kalau di rumah dipanggil Bindonk.

“ Mana Eza tahu, tapi mb’ Kak ‘Ain aneh, sering nangis. “ kata Eza yang masih duduk di kelas 4 SD itu degan polosnya.

“ Iya kah Za ?” kata Mama tiba – tiba datng menimpali.

“ KAk ‘Ain itu Bhin, punya banyak penyakit, udah parah semua, udah komplikasi. beliau itu gag bisa capek, bisa langsung lemes. Lagipula, ibu beliau udah meninggal sejak beliau masih kecil, di tambah lagi, meskipun usia beliau baru 23 tahun, Kak ‘Ain punya beberapa yayasan yang cukup besar di Jakarta Selatan, Kak ‘Ain juga businesswoman, makanya beliau punya banyak amanah yang dipertanggung jwabkan sama Allah.” jelas Zi panjang lebar

“ Subhanallah “ ucap Mama

“ Yuk, kita masak makan malam yang paling enak malam ini “

***
Sholat Isya ini, tak henti air mata Zi mengalir. Setiap takbir yang diucapkan Kak Pintari, terdengar begitu khusyuk, syahdu, dan memiliki kekuatan dahsyat. Do’a setelah sholat pun terasa begiru indah. Setelah menunggu Bapak dan Eza pulang dari masjid, kami tilawah* bersama.

Saat saling bermaafan, mbak ‘Ain memeluk Zi erat.

“Zi, adikku sayang karena Allah. Maafkan atas segala khilaf yah adikku , hari ini ku ingin membuatmu belajar tak kan ada ‘Ain lagi di inbox HPmu, facebookmu, tak kan ada ‘Ain lagi di duniamu, kini saatnya ‘Ain bertemu RabbMu,.Tapi, ‘Ain ingin mengajarkanmu tentang kebahagiaaan yang ‘Ain rasakan di dunia ini. Kebahagiaan yang akan melawan segala keburukan –keburukan dari syaithan. Zi, saudariku, semoga banyak pelajaran untukmu hari ini. Uhibbuki Fillah. Wassaamualikum Warohmatulah Wabarokatuh. Sampai bertemu di jannahNya, Insya Allah”

***

Belum sempat Zi berkata, bahkan belum sempat ia mengangkat kepalanya dari pundak Kak ‘Ain. Pelukan itu hilang, kini tak lagi ia di ruang tamu rumahnya, tapi walupun begitu Zi masih memakai mukena berenda yang sama, dia mendadak terbangaun dalam kamar pink-nya pukul 02.47 WITA.

“ Alhamdulillah, Cuma mimpi “ gumamnya dalam hati
“ Mimpi yang begitu nyata “

Dum, dum, dum, dum
“ Masya Alah, HP, HP dimana Hp ?”

Ada SMS,,,,,,

Assalamuaikum Warohmatullah,

Innalillahi wa innailaihi raji’un telah meninggal saudari kita tercinta Ainul Mardiyahi pukul 01.00 WIB pagi ini

Moga amal ibadahnya diterima di sisiNya,

From : Mb Puspa
Time : 02.55

“ KAK ‘Ain, I LOVE YOU TOO COZ ALLAH ”

#20 Februari 2010 sekitaran pukul 01.00 WITA#

Semoga manfaatImage 

 

Garam, merica, msg, bawang merah, bawang putih

Judul post ini adalah sekumpulan bahan masakan wajib yang gua pake sehari-hari….

So, dalam rangka menghemat karna kuliah di negeri tetangga, dan dalam rangka belajar jadi ibu rumah tangga (*alasan kedua tidak relevan).. gua mencoba belajar masak sehari-hari…………..(baca: sesuai mood)

Godaan untuk tidak masak itu, buat gua,, bukan pada hal preparation, lama waktu untuk memasak, kompor itu panas, atau ikan itu bau, dan hal manja lainnya. Tapi ini lebih ke…. tidak enaknya rasa masakan yang gua buat.. *menyedihkan bukan*

Seperti yang gua pernah ingat dalam memori gua, bumbu memasak itu cuma butuh 1G+2M+2B.. So, kalau gua masak ya itu aje bumbunya.. cuma untuk sayur bening dan sayur kuah lain tidak pake bumbu ituuu,, bumbu bumbu diatas sangat berlaku bagi masakan tumisan dan sambal.
And then, can u imagine bentuk masakan gua seperti apa?? absurd iya pastiit

Mungkin salah gua kali ya, yang belum belajar untuk memberi bumbu yang pas pada masakan, belum belajar untuk memahami sayur mana yang harus dimasukkan lebih dulu untuk mendapatkan kekentalan yang pas, gua masih belum mengerti kegunaan mendasar dari si bawang merah dan bawang putih, gua masihbelum bisa melejitkan potensi si merica supaya merubah masakan gua from ordinary to the outstanding one….

Wahhhh..Ternyata masak itu lumayan riweh ya??
Tapi, tingkat keriwehannya berbanding lurus dengan kenikmatan yang didapat..
Walauupunn.. banyak yang bilang delicious meal is easy to cook.. tapih sebenarnya it ada sambungannya delicious meal is easy to cook when you fully get understand about the recipes–> the ingredients the tools etc

Wahh.. setelah gua baca tulisan gua ini…. ternyata yang gua butuhin cuma satu yaitu beh-lah-jar.. dan lagi lagi konsep learning by doing itu adalah konsep yang bisa di terapkan di mano sajo… so untuk bahasan memasak pun learning by doing adalah cara belajar yang paling tepat.. Kita masak terus sering-sering (dan lalu memahami kesalahan masalah itu), terus kita bisa liat orang yang lagi memasaka (dan nanya gimana caranya bisa bikin masakan yang rasanya seperti itu), dll intinya learning by doing for cooking adalah harus sering mensinergikan semua indera dengan baik…

huhuhuuhuhu
mulai lapar ni fellas, tetiba teringat.. oseng oseng BTK dengan rumus 1G+2M+2B itu basi udah karna dimasak tadi pagiiii….. huaaaaaaa hiks hiks

doain ya fellas supaya gua bisa belajar soal masak-memasak praktis, dan masakan gua rasanya ga parah parah amat.. jadi bisa hemat duit, dan gua juga bisa lebih sehat secaraaa kan nutrisi nya lebih buanyak kalau masak sendiri lebih amannn 😉 😉 😉

Share your cooking adventure by comment this post ya hihihihihihi.. yang punya tips please tolong bagi.. karna pemikiran gua yang barusan gua tulis masih mentah abissssssssshh… dan masakan gua kacau abis amape gua g berani post gambar masakan gua takut kalian pingsan kalau ngeliatnya

hikshiks

Roller Coaster Emosi

LEBIH DARI Seminggu udah fellas..

 

So kembali gua memaksa diri, menjemput nyali, *halah .. untuk memaksa diri gua menulis dengan ikhlas buat kalian semua fellas.. *peluksayang*

Kaget juga sih blog gua, -yang achak adhut inih- adah yang liat.. *uhuy* 72 views luuhh…. Alhamdulillah Ya Allah 😉 ….. So, ngeliat 72 views itulah yang bikin gua cemungudh buat nulis.. pura-pura ga tau ajah kalau misalnya yang liat itu cuma 3 orang tapi sering 😛 gua mah mikirnya yang liat buanyak 50-an gitu uhuuyyy.. dan semoga bisa terinspirasi eaaaaaaa *oke maaf gua alay*

Uhm,, post kali ini tentang apa yah?? banyak hal loh yang terjadi dalam minggu ini dalam hidup gua.. ada masakan ga enak, udah mulai ada tugas, ada teman baru yang Subhanallah sekali, ada ada ada pemimpin baru, ada ada ada galau lama yang terulang kembali,… This week is very hectic.. Gua seneng.. seneng banget.. sangking senengnya beberapa hari ini gua nyerocos banyak banget.. Ampe banyak yang heran… Oia lupa, betewe gua ada ide baru.. kind of massive idea.. tapi yah gitu, yah gituuu harus semangat banget gua mulai idenya.. soooooooooooo kenapa gua jadi curhat mbeleketek gini yak?? 

Well, in this post.. may i talk about roller coaster emosi??

-Roller Coaster emosi (RCE)- itu yang gua tunggu setiap harinya.. Hari ini apa yah yang bakalan happenning, besok apa yah… the RCE juga yang suka gua kenang kalau lagi sedih.. Pribahasa -?- Life is never flat sepertinya bener banget deh ihhhh..

Etapi, untuk beberapa gelintir orang.. bisa hidup aja udah cukup … Entah deh gua harus memaknainya gimana? Apa itu bentuk kesyukuran yang luar biasa? Atau malah itu cuma jadi ke-pasarah-an doang??

Well, emang RCE ga bisa dibuat, RCE terjadi karena kehendak Tuhan yang sesuai ama capability kita. Tapi, sebenarnya juga kalau dipikir lebih mendalam RCE bisa dibuat, dibuat oleh mindset kita.. Dan buat gua RCE lah yang bikin hidup gua bahagia..

Eh ampe lupa, -ah gua mah ga jelas yak??komen dong supaya jelas ;P- 

Itu tuh,, gua belum ngejelasin RCE secara etimologi nya versi gua

Well, mungkin pada ada yang bingung yak.. apa maksute Roller Coaster Emosi.. tapi sepertinya para Ababil-ABG labil-bakalan faham sekali apaann RCE itu.. karna RCE menurut gua adalah fluktuatifnya emosi, yang disini bukan cuma berarti senang dan sedih atau bahagia dan marah, tapi lebih dari itu semua..

Seperti Roller Coaster, Roller Coaster yang terjadi dalam hidup kita itu cenderung unexpected, kadang kadang bisa datar aja, sampe bikin lu jadi bete naik roller coaster nya, atau kadang bisa naiikkkkk banget ampe bikin lu seneng se-iya-iya nya ,, dan pastinya kadang bisa turun seturun turunnya dengan kecepatan tak terbayangkan.. sampai bikin kamu deg-degan luar biasa, ketakutan yang ga habis-habis yang mengakibatkan kepasrahan diri sampai lemas ga berdaya dan pengen udahan tapi roller coasternya teteeep aja jalannnn.. Dan bahkan roller coaster ini suka bikin kita pusing sama alurnya yang kadang belok sana belok sinii….

Dont u love that kind of roller coaster??
Dont u miss that kind of feeling when you up and down?

My rules when u face this roller coaster in ur -that i also should stick into it- are:

*1 Be happy with it…. cause U R SPECIAL… have u ever think?? that day just come in a while, n may be u r the only one who can feel that level on that roller coaster .. the roller coaster is built up only for you loh!! 😉
*2 Dont be too serious laa.. serious is aleady enough… dont put too on that frase.. because something that exagerrated is never good. So, when u are in the high level of roller coaster, think serious to handle your happiness -but still dont forget rule number 1 ya- and also when you face the low level pay attention -just- seriously to your fear 😉
*3 After you do rule nmber one and number 3.. the last thing that you should do is BE GRATEFUL on IT…. because u are the best person… you can feel happy, and do the right thing for your life… 😉

kok jadi berbahasa inggris ya?? tak tahu lah??hihihiiihii

oke post ini gua tutup dengan gambar roller coaster ini… so complicatedd kann.. but believe me your life is so much more complicated than this thing.. soale kaga ade yang bisa bikin alur hidup lo kecuali yang maha kuasa, dan roller coaster emosi dalam hidup lo selalu berganti setiap harinyaa.. memeberikan warna yang berbeda, pemandangan yang tidak sama, serta sensasinya yang selalu unik.. 😉