TIPS Membuat Rencana

Assalamualaikum fellas….

Uhuy, apa kabar? LOoOL

Pagi ini adalah hari ke 4 sebelum umur saya bertambah, dan H-2 sebelum liburan menyenangkann.. So, Alhamdulillah, makasih banget ya Allah,, sudah memberikan sedemikian rupa nikmatnya. 🙂

kalimat, pagi ini

Nah kalau lagi senang saya suka banget amaa yang namanya nyusun rencana. Dan sepertinya, semester depan itu bakalan indah banget, jadinya tambaha semangat deh nyusun rencana. Saya udah tergila-gila dengan yang namanya rencana, sejak baca Ayat-Ayat Cinta nya om Habiburrahman… disitu kan diceritakan kalau misalnya Fahri dan Aisha suka membuat rencana rencananaya, baik rencana mingguan, harian, bahkan per 5 tahun. So, dari situ tuh saya selalu berusaha, dan merasa lebih aman setelah membuat rencana 🙂

Rencana itu memang penting untuk membangun mimpi, menyemangati diri kita sendiri, sampai pada akhirnya dengan rencana itu kita bisa sadar bahwa kita udah setengah jalan untuk mewujudkan mimpi kita dan foila.. kita sudah mendapati diri bercengkrama dengan mimpi. 🙂

TIPS MEMBUAT RENCANA 🙂

1. Rencana ga melulu bentuknya kegiatan, tapi rencana untuk menjadi pribadi seperti apa juga boleh.

2. Bagusnya, rencana dibuat dari yang jangka panjang dulu, jadi kamu bisa melihat jelas keinginan kamu, dan cara mewujudkannya bisa diimplementasikan dalam rencana harian kamu

3. Rencana jangka panjang yang paling baik yang bisa kita buat adalah “Proposal Hidup”.. buka link ini, kalau mau tahu detail.
uhm jangan diliat aj.. sekalian disave ya langkah-langkahnya.. terus juga dibuat tuh proposal hidupnya

Nah, ada yang lagi proses membuat? atau ada yang ngerasa ngebuatnya ntar? bolehdeh lanjut nih tipsnya yak..

4. Rencana jangka panjang selanjutnya adalah rencana per lima tahun.. kenapa lima? karna 5 tahun adalah jangka yang tepat untuk melihat proses perubahan, setidaknya dalam 5 tahun kamu bisa berada dalam dua posisi (kalau kamu move forward ya).. bisa sudah mencapai mimpi atau sudah di perjalanan yang hampir mencapai mimpi :). Ya.. dalam menulis rencana ini bisa ditulis gedegede di karton yang gede (karna inilah impian sederhana hidup kita), rencana 5 tahun adalah rencana yang paling oke ditempel didinding atas meja belajar atau disamping cermin kita :). Pas bagian rencana ini, jangan tulis kalimat panjangpanjang, cukup 3 kata untuk focus kita. Dan jangan lupa kasih senyum cantik dan nyatakan BISA!!! Disekililing tulisan itu 🙂 Insha Allah semangat banget deh kalau liat tulisantulisan itu 😉

Lanjuttt  Bisa?

5. Yak, rencana paling asik selanjutnya adalah rencana tahunan yeahh!! Sebagai mahasiswa seperti saya tahun saya dimulai sekitaran Juli (eh ga ding).. tetep pas Januari.. rencana tahunan adalah target target lebih mendatail untuk mengakselaerasikan eh meningkatkan diri kita. Nah disini nih kita bagi aspek-aspek diri kita. Kalau saya membagi aspek seperti Miss Indonesia versi (berusaha menjadi) sholehah 😛 . So, I have to think about my Brain, Beauty, and Behaviour dan Target Amal Shalihah . Untuk brain, ga Cuma akademik tapi bisa juga kita bikin target untuk speciality kita, misalnya kalau yang keahliannya nyanyi bisa tuh bikin target, berapa lagu yang di cover di youtube .. ;).. dan di section brain ini saya juga memasukkan soal finance loh ;). Kalau soal beauty, itu ga jauh hubungannya ama sport, food, and wardrobe… Berapa baju dan aksesori yang harus dibeli misalnya dalam satu tahun 😛 . Dalam pem-plot-an (?) behaviour .. kita bisa nargetin sikap mana yang harus dibuang, parameternya ya kita bikin sendiri, seperti udah sering senyum ama orang belum, udah bisa ga marahin adek dengan suara keras belum? Abstrak memang tapi sangat lebih baik jika kita merencanakan dan menargetkanuntuk berubah kan? 😀 dan last but not least, Target Amal Shalihah.. Nah ini nih, target mupuk pahala, tidak muluk muluk, yang penting lebih baik dari tahun sebelumnya dan bisa continuous 🙂

Panjang amat yak penjelasannya 😛

6. Target bulanan.. target yang biasanya saya special kan untuk target financial.. *if you know what I mean 😛

7. Usually, saya ngambil kalender lucu.. alias kalender kotak kotak.. dan nandain hal-hal penting disitu.. Kapan mau puasa, beli kado ulang tahun siapa, hari apa aj yang bisa jogging, kapan harus belajar, dll. Emang sik, ribet,, tapi asik dan pada akhirnya helpful abis.. emang susah si nemu kalender yang asik untuk di tanggalin.. tapi yang oke itu biasanya notebook hadiah majalah di awal tahun itu ada deh yang ginian. Saya juga pengen nyoba bikin kalender sendiri nih.. kapan-kapan deh  semogaa bisyaa..

contoh calendar D.I.Y

8. Pada akhirnya nemu yang paling ribet nih, si jadual harian.. kalau Fahri AAC tu yah, nyusun jadwal harian per jam.. kalau saya engga dehh.. masih belum serajin itu.. jadual harian ini terutama untuk Target Amalan Sholehah, soal ngaji, sholat tepat waktu, dan juga yang paling asik (penting) adalah soal infaq,, kadang harus memaksa diri sendiri untuk buat amalan yang (lumayan) banyak.. nah si jadual harian inilah yang membantu kita malu, kalau ngeliat kenyataannya.. dan jadwal harian juga paling bagus untuk nge-arrange event besok,, jadi bisa ditimbang timbang nih kapan harus bangun, kapan berangkat.. dll.. Kalau buat yang males, jadwal harian detail ga perlu ditulis tapi cukup diinget etapi kalau ada yang penting banget tulis aja dihape

9. Jangan lupa evaluasi –just if u have a good time- misalnya malam sebelum tidur ditemanin ama teh manis, sama buah asik banget. . Another time buat evaluasi target adalah hari ulang tahunmu, atau bahkan saat kamu desperate.

So.. Have a nice Plan..

You just have to Trust God and Trust Yourself.. Your dream will be come true. Insha Allah 😉 Bismillah 😉

Advertisements

think out of the jail

Aku tersenyum manis
Lagi,
Seperti Pennywise the Clown sebelum menampakkan gigi taringnya
Ah ya maaf, itu senyum sinis bukan manis

Tapi aku merasa sinis itu manis

Kenapa senyum-sinis-manis?
Karena waktu, karena tempat, karna kejadiannya
Semuanya tergantung, depend on something

Kalau orang bilang try to think out of the box
Kenyataannya the box isn’t just a box
Itu kerangkeng sobat
Almost seperti penjara yang jarak antar selnya lebih sempit dari lebar badan Dakota Fanning

Hey tapi, ini bukan penjara untuk orang jahat ya
Kerangkeng ini adalah penjara bagi pikiran kerdil
Cuma untuk pikiran tertutup dan sempit
Yang penakut, dan frigid

Dan sekarang aku berusaha keluar
Bukan Cuma untuk merasakan segarnya udara di luar box
Tapi aku juga akan keluar untuk mencari keindahan serpihan kebenaran
Membangunnya tidak lagi sebagai kerangkeng
Tapi aku akan membangun sebuah rumah pemikiran
Dimana ada pintu jendela dan ventilasi untuk ide segar mengalir ke dalam

Diantara kerangkeng yang kupaksa melebar dan tapak tanah pemikiran dunia
Aku tersenyum manis sekali kedepan dan sinis sekali kebelakang

Hampir Lupa dan Sedikit Ingat

Hampir lupa saya punya masalah
Padahal banyak yang sudah mengantri separuh lelah
Masalah itu saya campakkan
Sampai waktu yang sudah ditentukan

Sedikit ingat dengan huruf dan kata
Padahal itu adalah glimpse of cita-cita
Entah bahasa mana yang sudah termuntahkan
Tetap saja …..

Ah puisi garing denga 4 baris setiap bait
Bagaimana mungkin bisa menari
Ini aku yang terlalu kaku
Atau memang sang penari bukan pasangan puisiku

Aku amnesia karna bahagia
Indah bukan
Setidaknya lebih indah daripada
Bahagia karena amnesia
Sakit kok senang, Gila

Tapi mana yang lebih gila
Sepertinya bahagia yang menyebabkan sakit itu tidak sehat
Lalu,
Apakah bahagia itu penyakit?
Dan amnesia adalah obatnya?

Menghadapi Kesalahan dalam Akta Islam dan Kebebasan

Terimakasih untuk fianceé saya yang udah bersedia menyediakan waktunya ditengah nyamuknyamuk yang ada. Terimakasih untuk KITA yang bisa nyambung, yang sepertinya punya glimpse of same vision.

Pikiran soal ini menyeruak (LAGI dan bertambah rumit) setelah membaca tumblr seorang teman, seorang remaji (anak muda remaja :P) juga umur 17 tahun. Pikirannya akan kebebasan, lepas sekali, statementnya soal keadilan, tarian katanya soal negeri dan kehidupan. Ah, betapa menginspirasi. Sampaisampai ka Iman Usman aja bilang he wants to be like her in that age. Aaaaah, mana bentar lagi melepas masa 18tahun, rasanya di umur ke 17 ini g ada apaapanya. 

Jadilah saya mulai memikirkan lagi soal kebebasan, soal hak, soal kemerdekaan. Dan Alhamdulillah mendapatkan teman ngobrol yang pas, fiancée saya yang seorang Westernian dan seorang Muslim yang baik (insha Allah) mampu menyeimbangkan semuanya. Kan pemikiran Barat sangat open sekali soal freedom dkk secara teoritis, tapi kan kita masih butuh Islam untuk melihat kebenaran dari yang mereka fikir benar.

Diskusi kami dimulai dengan membicarakan pasal transeksual dan homoseksual yang lagi panaspanasnya (entah di Amerika ataupun di Indonesia –eh jadi ingat Irshad Manji). Pendapat saya sebelum diskusi adalah bingung, karena saya merasa tidak membenci tapi juga merasa (sedikit) salah karena ada beberapa orang yang menganggap ‘ketika kamu tidak menolaknya bukankah kamu berarti mendukungnya, karena dalam diam kamu, kamu membiarkan hal itu terjadi dan terus terjadi ’. Nah kan gimana ga binggung coba saya. I don’t want to be a person who support this thing, because this thing is totally wrong in Islam. Dimulai dari hal ini lah, saya berfikir what should I do? And what can I do? Lalu, kami samasama melihat fenomena batalnya Konser Lady Gaga di Indonesia menjadi sebuah contoh besar akan sikap kepada sebuah kebebasan (setidaknya di Indonesia).

‘If you live in Germany, will you people doing something like that?’
‘No, maybe not’
‘Hmmmm.. its definitely not, even you are a moslem, u cant just doing something like that in Germany, u cant force somebody to live in your way. They have their right.’

Yah, sepertinya sedikit cultural, budaya pemaksaan kehendak dari bangsa kita tetapi mengatasnamakan penjunjungan agama. Islam. Sedihnya, agama paling benar dan paling DAMAI sedunia harus dinodai dengan budaya sebuah bangsa. Sedih mengingat kesantunan Rasulullah, harus diejahwantahkan dengan ketidakramahan mata dan kata manusia dunia.
Sangat benar adanya ketika kita merindukan kebenaran, fastabiqul khairat dalam mewujudkannya, berusaha keras dalam penyebarannya. Tapi, bukankah berusaha keras tidak berarti dengan kekerasan. Penyampaian cara dalam ketidaksukaan kita, sepertinya perlu koreksi. Lainnya yang Nampak perlu koreksi adalah ketulusan hati, kebersihan ego, kesatuan niat, hanya berpacu pada Lillahi Ta’alaa yang berujung kita harus menaati Qur’an dan sunnahnya.

Ehem saya pause dulu berbicara soal cara, karena sebelum berbicara soal penyampaian aksi, sepertinya pengambilan sikap juga ada yang sedikit tidak pas. Kita berada ditengah-temgah masyarakat yang sudah dewasa (atau setidaknya) menganggap dirinya dewasa. Dan naluriah para orang dewasa itu adalah merasa mampu berpikir lalu membedakan yang benar dan yang salah, dan juga merasa punya hak sendiri akan dirinya yang dewasa itu. Karena itu, berprasangka buruk (bahkan) membenci seseorang dewasa adalah sebuah ketidakbenaran. Dalam kerendahan ilmu dan tarian pikiran saya, berprasangka buruk dan membenci adalah hal yang tidak ada dalam Islam, saya mengingat sebuah hadist soal berprasangka (generally) disitu disebutkan bahwa ketika ingin berprasangka buruk terhadap seseorang kita harus memikirkan seribu kebaikannya terlebih dahulu sebelum boleh berprasangka, Kenapa begitu? Menurut saya, karena melakukan pencegahan hati dari prasangka adalah tindakan paling preventif untuk mencegah kebencian yang berujung kesalahan dalam aksi yang bias berakibat buruk (padahal hal itu seharusnya tidak terjadi kalau tidak ada prasangka dalam diri).

Kita sama-sama dewasa, sama-sama tahu bahwa kedewasaan membawa salah satu kawan yang sangat besar. Ego. Bukan Cuma kita harus waspada kepada ego pada orang yang berbuat kesalahan tapi juga kita harus memberi perhatian penuh kepada ego diri kita. Menutup hati dari prasangka dan kebencian adalah salah satu cara menurunkan ego. Kenapa kita harus menurunkan ego? (padahal sepertinya) kita pantas memiliki ego, karena kita muslim, karna kita memiliki agama yang paling benar di dunia ini. Jawaban dari saya adalah karena pemurnian ego itu susah (bukan hanya tidak gampang, tapi susah) ego itu beda tipis dengan passion dan tidak jauh dengan nafsu (sepertinya ego itu disebabkan nafsu dan menghasilkan passion). Bukankah kita tidak mau, niat luhur kita tidak dicatat Allah karena ego sebelanga. Lagipula, tidak akan menang kita melawan orang dewasa bermodalkan (mayoritas) ego belaka. Dia (orang dewasa yang melakukan kesalahan) yang melihat diri kita dengan penuh ego, akan membentuk benteng pertahanan diri seperti kita pula. Akhirnya batu vs batu menghasilkan kerikil kecil berantakan. Dan bukankah kita tidak mau ego mengaburkan visi kita, luhur, dan cinta kita pada Islam.

Semoga, alasan diatas mampu dipahami dan diresapi untuk mencegah kita berprasangka dan membenci.
Lalu, muncul statement seperti ini ‘kalau kita lemah terus kita bakal diinjak injak! Kesalahan jadi bias!’
Saya rasa kelembutan hati bukan sebuah kelemahan, ini adalah ciri Islam yang paling indah dan membahagiakan terutama bagi mereka yang tidak tahu sama sekali tentang islam. Cara ini (cara yang tanpa prasangka dan kebencian) akan menunjukkan betapa murni, betapa rasionalnya Islam, betapa santunnya. Karena bersuara kebenaran dengan alasan yang jelas. Dasar penentuan kesalahan tidak akan jadi bias selama masih berpegang Al-Qur’an dan Hadist. Dan tidak akan kita diinjak injak kita (insha Allah) dalam kesantunan kita, karena manusia-manusia lain masih punya jiwa manusia, otak serta hati.

Setelah memahami adanya dasar penentuan kesalahan, tentu itu juga berarti kita sadar akan adanya kesalahan. Tapi itu juga tidak berarti boleh membenci dan berprasangka. Sepertinya, selamanya kita semestinya berusaha untuk tidak berprasangka dan membenci lalu men-judge yang aneh aneh kepada orang lain. Setelah tau adanya kesalahan, kami sepakat kami tidak berbuat apa-apa unless orang itu mengganggu ketentraman, mengganggu kenyamanan, dan memberikan contoh buruk kepada lingkungan sekitar apalagi sampai menyakiti. Kenapa begitu? Alasan kami adalah, kami tidak punya hak atas diri orang lain, atas prilakunya, dan atas perasaannya selama itu tidak menganggu kami. Kami menghormati orang yang punya pikiran `Ini kann badan gue, lu ga punya hak untuk ikut campur´ because they are right. Tapi, hak itu sudah tidak ada ketika dia merugikan kami.

Nah, sampai adanya gangguan inilah tiba saatnya untuk action! Batas toleransi sudah luntur, dan waktunya menyeranggggggggggg!! Ups bukan!! Sekarang waktunya menolong!! Yaps menolong, iya kawan waktunya menolong sekarang…. Dan mengecam, memandang jijik, sampai mengkafirkan manusia lain adalah bukan dalam konteks menolong. Kenapa menolong? Simple, because judging isn’t a way to reduce the bad things around you judging just make the bad become worst thing around you. Bayanginnya gini yah…. Band rock kaya metallica kan lebih enak didengar kalau kita tau lirik lagu atau minimal chord gitarnya kan? Ga enak banget metallica ditonton dengan teriak teriak sembarangan, si grup Band metallica pun akan kesel dengan yang nonton karna katanya suka ama metallica tapi kok liriknya aja ga tau (Masha Allah maaf contohnya jadi aneh gini,, udah jam 3 pagi soalnya  ) Ehem, (bismillah) maksud saya menolong berarti mengingatkannya dan berusaha dengan keras (tapi bukan dengan keKERASan) untuk supaya kembali ke jalan yang benar. Menolonglah pertama dengan lembut, mengingatkannya dalam santun, lalu jika tidak cukup (karna fatalnya sang kesalah dan besarnya luas daerah yang terkena dampak buruk) bertindaklah dengan melaporkannya kepada pihak yang berwajib, sang landlord, orangtua, polisi, government dan hubungannya. Lalu, setelah itu dilakukan, baik hasilnya memuaskan atau tidak, paling tidak kita sudah berusaha . Tidak ada lagi yang dapat dilakukan setelahnya kecuali doa, memohon ampunan Allah atas kekhilafan usaha, dan mendoakan seorang manusia lain disana semoga diampuni juga dosanya dan dibawa ia kejalan yang terang.
Wallahu ‘alam

    Disebalik mata tajam penuh sangka
    Aku hanya mengharapkan keteduhan
    Pun dalam memandang salah
    Karena hujatan, kutukan, dan serangan pun samasama sampah
    Orang banyak akan melihat dengan jijik dan menyapunya

curhat dari sebuah bola mata hitam

Moslem?
Tanya seorang makcik dengan ketus dan sedikit berteriak dalam jalannya melintasi kami. Dan saya cuma bisa senyum.

Ya Rasulullah,yang wajahnya selalu berseri
Aku yakin wajah itu pasti karna senyum yang tak pernah henti
Aku ingin curhat ya Rasulullah…
Disini senyum susah dicari

Bukan untukku, karena dengan jilbab ini senyum itu mudah dibeli
Tapi untuk dia, umatmu yang bermata biru dan berambut coklat

Seragam kaus dan jinsnya memang jauh dari tampang turis
Tapi disini, tetap saja mereka memandang dia adalah outsider
Dia beda, lalu kenapa tak ada senyum manis?
Dia kann juga umatmu, percaya pada Allah dan padamu ya Rasul

Huh, jangankan senyum manis
Adanya malah dia sering disuguhi tatapan tajam
Dari kepala sampai kaki
Bukan Cuma satu detik,
Tatapan itu berlanjut sampai langkahnya kelima

Ya Rasulullah, dalam hela nafasku
Aku mencoba membangkitkan dirimu
Yang gagah tegap tapi tetap membumi
Aku coba menghayatimu jejakmu yang santun
Dan tatapan syahdu penuh arti itu
Ah, sepertinya aku terlalu rindu
Bagaimana tidak rindu?
Kalau mendengar cerita saudaraku….

Uhm…
Saudaraku yang samasama berkulit tan sepertiku dan juga yang agak putih sedikit
Bisakah kita belajar, samasama
Bahwa, Islam itu mendunia
Plis, siapkan diri kamu untuk menyambut Islam secara internasional itu

#agak sedikit kesal, karena sering diburu sama mata-mata tajam yang sedikit kelewatan
#sudah menemukan formulanya, daripada menggeretu dan membalas dengan ‘What?’ lebih baik senyum yang paling manis untuk mereka