Yap, I am Sure I can Dance

Image

so cheesy

Setelah saya sudah banyak mencerca penuh tentang kenapa saya nge-dance dan persiapan dance saya cerita saya lanjutkan soal performance saya. Ada tiga loooh, mari kita bahas yang pertama.

Barely To the Stage

Image

preparation with abang arif, two abjii from iran 🙂

Make-up sudah selesai dipakaikan, baju beserta aksesorisnya yang banyak itu sudah selesai di kaitkan juga. Pergilah kami menuju auditorium tempat kompetisi berada, ternyata masih ada 3 peserta lagi sebelum kita. Sempat lah saya untuk nonton 2 peserta lain. Saat menonton dua grup dari tiga, saya masih optimis okay kami bisa lebih bagus dari yang dua ini. Di backstage, sekelompok laki-laki bersarung dan berkaus putih sudah menunggu lebih dulu, mereka tampil satu nomor tepat sebelum kami. Chit chat dikit, oalah ternyata mereka mau menampilkan tarian Kazakhsatan.

Oh iya, lupa deh, sedikit penjelasan soal 1World Culture dari Nilai Univeristy. Tahun ini adalah tahun ketiga untuk acara serupa dari Nilai university, dengan tema In Celebration Of Songs and Dance. Selain kompetisi menari ada juga kompetisi menyanyi yang dibagi menjadi dua kategori. Satu untuk kategori internasional (dengan peserta yang berasal dari negara yang tidak menggunakan bahasa melayu) dan satu lagi kategori nusantara (kompetisi untuk Negara Negara yang menggunakan bahasa melayu seperti Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam). Menariknya untuk kategori Nusantara, semua peserta berasal dari Indonesia!!!! (Oh ya, we are totally so talented). Dalam singing competition ini one basic rule nya adalah peserta harus menyanyikan lagu yang dinyanyikan atau digubah oleh Malaysian artist. Dan untuk peraturan dasar pada dancing competition adalah bebas tapi mendapat 5% nilai tambahan kalau kita menari tarian Malaysia.

Image

menyempatkan diri

Kembali ke backstage, setelah tim bersarung maju ke panggung. Kami terdiam sejenak berpeluk pelukan, lalu berfoto foto karena terlalu stress, sampai Abang Arif yang menenangkan kami dan mengingatkan untuk berdoa bersama. Ternyata doa kami kurang panjang, jadi setelah amin pun kami belum di panggil untuk ke panggung. Jadilah saya, bercengkrama dengan kipas saya, berharap dia bisa terbuka lebar saat saya perform diatas pentas. Sebelumnya saya tidak punya hubungan baik dengan kipas kiri. Baru kemaren dan hari ini saya bisa membuka kipas itu dengan sempurna. Kucluk kucluk, tempat yang ditinggalkan lelaki bersarung tadi sudah diisi sama rombongan lain. Setelah menangkap beberapa kata, yakinlah saya mereka semua orang Indonesia. Dan ujungujungnya saya tau kalau mereka adalah kawan-kawan dari Malaya University yang akan menampilkan Tari Saman, mereka pemenang tahun lalu di kompetisi ini dengan tarian yang sama, jleb. Kami dipanggil menuju panggung.

MENARI!!! ADA JURI!!

Wuuuuh, rasanya menari untuk kompetisi sebesar ini dengan penonton sebanyak ini, dengan membawa nama universitas ituuuu… Spekta, Spekta!! Intro music tarian kita berdendang sudah, saya yang berada paling depan di barisan perempuan harus berlari ke ujung panggung untuk sampai ke posisi saya. WOOOF, WOOOF, semuanya smooth, senyum saya terus melebar dari awal hingga akhir. Tiba tiba saya mensyukuri kerabunan mata saya, karena itu saya jadi ga nervous karena ga bisa ngeliat jurinya. Semuanya oke, sampai saya ngerasa menginjak selendang Peter yang ada di belakang saya. Dan sampai musik bagian cina di mulai, sebagian penari lain beranjak ke belakang panggung. Saya, Ka Senia dan Ka gita, uga daddy and Peter tinggal untuk melanjutkan bagian cina. Tibalah momen untuk melihat hubungan saya dan kipas saya. Yah, ternyata si kipas kiri masih ngambek jadi dia tidak mau terbuka lebar. But show must go on, dan konsentrasi saya pecah sedikit. Gerakan 1 X 8 saya jadikan 2 X 4 untunglah saya di tengah jadi komposisinya tidak terlihat rusak. Tapi tetap saja itu mengahntui saya. Di otak saya selalu bergema “Oh, My god gue salaaahhh”. Tapi untungnya sampai akhir tarian tidak ada lagi kesalahan yang saya lakukan.

Image

the best picture from our stage taken by photographer from Nilai University. unfortunately i am in the other end of the line.

Tarian Kami

Tarian kami berkonsep satu Malaysia. Which is ada unsur Melayu, India, dan CIna di dalamnya. Untuk memeriahkan suasana Michael Jackson Modern Dance juga ditambahkan disana dan Iranian Dance. Konsep tarian satu Malaysia ini dianggap si abang bisa memenangkan lomba, semua pihak setuju dengan mengaminkan bahwa tujuan lomba adalah memperkenalkan budaya Malaysia. Dari awal, kami sudah berfikir untuk memenangkan kompetisi ini dan untung 3000RM. Jadilah kita menyewa Abang Arif Nazrey, koreografer sekaligus pelatih handal, yang digaji 150RM perjam, gajinya sama professional dengan statusnya sebagai asisten dosen di Aswara, salah satu universitas seni terkemuka di Malaysia. Belum lagi CV nya si abang Arif yang dahsyat, koreografer di acara tv ini lah itu lah , menang lomba inilah itulah. Brrrr, sedaaap. Ah, nanti videonya saya aplot dah. Bahkan kerennya lagi temen satu kelas bang Arif adalah juri di acara ini. But nothing to do with that, ga ada KKN disini mah.

Hasilnya

Image

Yeah.. terbayarkan 75 RM satu orang 😛

We win!! The Best choreography!! Daapat 1000RM atau sekitar 3,2 juta rupiah gitu dehh!! Walaupun ngerasanya kita bisa dapat juara lebih secara juara satunya gerakan nya sangat membosankan. Emang sih mereka menang di keserasian, tapi dengan gerakan tidak challenging itu yang gampang lah buat serasi. Sampai bang arif bilang “Okay, next time, kita buat gerakan mudah jer tak payah susah susah” Oke sampai disini merutuki nya yah. Another happy feeling juga dirasakan oleh kaka saya Marsenia Trinanda Haris alias ka Senia yang menang juara dua mengalahkan wanita Indonesia lainya di lomba vocal nusantara. Yaayyy.

Oh saya terlalu banyak bicara lagi, mari saya lanjutkan tentang kisah azmi menari ini di part 3 yah. Disitu saya akan bahas dua performance lain.

Image

dari seluruh belahan duni 🙂

 

Be Fierce,

Azmi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s