Brace Yourself, Ramadhan is coming.

 

Halawatul Iman-Manisnya iman; Saya lupa tentang penjelasan materi dan ayat ayat yang ada dalam bahasan ini. Tapi, bahasan ini membekas. Hati saya faham saja apa itu manisnya iman. Hati saya merasakan, nikmatnya manisnya iman. Walaupun otak saya tidak. Saya bersyukur dengan girang, meski di dalam titik terendah dalam hidup saya. Iman masih tetap ada. Kepercayaan pada yang enam masih terjaga. Kokoh dan kuat. Menancap dalam lubuk hati saya. Tertanam pada cerebrum paling dalam otak.

*Azan shubuh berkumandang, pas saat saya nulis post ini, manis bukan? Seperti detail tidak penting dalam rancangan takdir Allah bagi saya untuk merasakan manisnya iman*

Saya baru menyadari manisnya iman dengan pasti saat menyambut Ramadhan ini. Ada perasaan yang meluap, menggetarkan, menggugupkan. Perasaan jatuh cinta lagi. Kepada Rabb, Rasul, dan Ramadhan-Nya. Perasaan ingin bertemu yang sangat dalam, perasaan takut jika tidak dipertemukan. Perasaan deg-deg-an karna persiapan belum maksimal. Perasaan sedih, karna tidak mempersiapkannya sebelas bulan belakangan.

*banyak Ustadz-Ustadzah yang ceramah beginian tapi saat kamu merasakannya, uhhhhh, indah menenangkan yang akan kamu dapat*

Saya lupa dan tidak pasti juga kenapa saya bisa merasakan manisnya kerinduan keimanan ini. Tapi, rasa-rasanya untuk mendapatkan rasa ini yang kamu perlukan hanya jatuh cinta pada Islam. Caranya? Kalau saya sih, dengan memahami makna diri, bahwa tugas di bumi hanya pada Illahi Rabbi. Saat itu, saya merasa terpaksa jatuh hati. Karnanya yang kedua yang harus dilakukan adalah mengenali Islam itu sendiri. Qur’an yang menjembatani di tambah dengan kisah para nabi. Niscaya, saat itu pasti akan langsung jatuh hati. Karna, jatuh cinta pada Islam adalah jatuh dan cinta yang paling aman. Tidak akan ada sakit. Yang ada hanya ketenangan hati. Saat mencintai.

Its like, no matter how low u fall, how wrong u become, how lost u are, u still have your God. And you know, Allah will help you no matter what, all u have to do just surrender and ask.

Bagi yang sudah jatuh cinta, tapi cintanya masih belum terbuktikan. Maka Ramadhan adalah pengingatnya. Ramadhan adalah pelatuk. Ramadhan adalah hadiah. Oleh yang dicinta untuk yang mencinta. Ramadhan adalah pelukan. Pelukan kepada hatimu dariNya.

Fabiayyi alaa irabbikuma tukadziban.

😉

 

Be Fierce,

Azmi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s