What this (last) year have taught you?

 

 

Kalimat ini menjadi judul di catatan pemimpin redeaksi Majalah CLEO edisi Desember 2012. Jeder.. ga biasanya sih begitu buka majalah tetiba berhenti di bagian tulisan pemred. Tapi begitu liat judul ini rasanya diri saya langsung membeku. Tiba-tiba ada rasa takut yang datang. Setelah saya cek lagi kenapa ada rasa ini. Ternyata saya takut tidak menjawab pertanyaan di atas dengan baik. Saya terdiam, berusaha menenangkan pikiran. Menahan tangisan, ingin melanjutkan pemikiran saya melalui tulisan saja. Agar saya ingat. Dan akhirnya datanglah saat ini. Di starbucks The Mines dekat kampus saya, di kursi merah yang sama, dengan minuman yang lebih pahit. Saya ingin meneliti kembali hari-hari yang terlangkahi. Melalui wangi.

***

Rencananya saya ingin mencium lagi bau awal Januari sekarang ini. Tapi tidak, saya takut menghirup masa itu. Karna dengan mengingat Januari, tarikan nafas saya berhenti, mencoba untuk berbalik lari. Setidaknya, wangi februari lah membuat saya bertahan, aroma baru yang sangat kuat, aroma yang aneh bagi jiwa saya. Wangi yang tepat sebelum saya menghirup wangi di bulan maret. Kawan,Maret  berbau seperti bau duri bunga mawar merah, menghirupnya seperti menghirup fatamorgana keindahan. Susah untuk membedakan realita dan fana disana. Tapi setidaknya dengan menghirupnya, nikmat pun masih bisa dikecap, meski sekejap.

Ah ternyata saya baru ingat, saya memulai awal tahun ini dengan berat. Dengan ketiadaan, dengan ketidaktepatan, dengan kesalahan tahun sebelumnya. Jika di fikir ulang, SESAL adalah pelajaran pertama dari tahun ini. Caturwulan pertama saya habiskan untuk menyesali sambil meyakinkan diri, kalau seburuk apapun saya, saya akan bisa bangkit lagi. Meski saya sudah sering jatuh, sesal meyakinkan saya untuk tidak jatuh lebih banyak lagi, at least mencoba untuk tidak. Sesal membawa saya jauh lebih dekat dengan Allah. Karna dengan sesal, saya terus saja memohon ampun kepadaNya.

Karna diantara sesal, juga terselip keputusasaan, maka saat itu juga saya semakin gencar untuk menuntut pertolongan.

Saat bertemu bulan April, saya mulai bisa menikmati rasa nyaman. Jika dikomparasikan dengan warna,April adalah Red, Accent 2, Lighter 80%. Dan bulan May lebih jelas dari pada bulan April, dia adalah Red, Accent 2, Lighter 40%. Saya menyukai warna ini seperti saya menyukai bulan May. Jika dibandingkan dengan rasa, April adalah rasa segar saat kamu meminum orange juice di hari yang panas, sementara May adalah rasa nikmat saat kamu memakan redvelvet cupcake dengan chocolate ganache di atasnya. Oh ya dan Juni, uhm jika warna ia adalah Aqua accent 5, lighter 40%. Dan kamu bisa mencicipi Juni saya, saat kamu makan durian.

Pelajaran di catur wulan kedua adalah pelajaran tentang bahagia. Tentang syukur sih. Bagaimana takdir yang sebelumnya adalah benang-benang terpisah, sekarang berkolabarasi menjadi satu sulaman yang indah. Sulaman yang akan dipajang sepanjang nafas saya masih ada. Sulaman yang entah terjaga atau tidak nantinya. Sulaman itu berceritakan tentang perayaan cinta.

PS: Tulisan ini dibuat awal Januari 2013 bercerita tentang Januari 2012 sampai Juni 2012. Kalau mood sudah hinggap. Catatan Caturwulan saya, akan dilanjutkan. ^^

Be Fierce,

Azmi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s