Atmosfer Kereta Petang Tadi

Di antara kereta laju

Dan toko-toko berkerlipan

Nada-nada sumbang nan damai

Berserakan tentang cinta

 

Entah, apakah langkah kaki

Ataukah deruman gontai lengan manusia

Rindu bergemerlap hingga

Kaki langit tersentak

 

Langitku, langitmu, langitnya

Ratapan kosong langit kereta

Tatapan sinis mentari sana

Gelap nanar bantal di atas muka

 

10 Menit dan lampu kota menyerlah

Aku melihat ujung bibirnya

Di ujung senja cahaya lampu

Aku rindu kalimat indah yang dia hadirkan

 

15 Menit dan lantai kereta masih dingin

Aku terpaku sekaligus membiru

Terbenam dalam salah

Akan rindu bahumu

 

Bisakah kamu dan dia menyatu

Dan temani dalam sepi keretaku?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s