Di Hadapan Langit Menara

Jika cerita adalah sajak

Maka rimanya membuncah semerbak

Jika tawa adalah udara

Maka simpulnya menebar kekal

 

Jika warna bercerita

Gradasinya adalah alunan nada

Tersirat, terteriakkan, terbantahkan

 

Jika, jika taman ini berusia

Maka dia fana

Lebur antara kerjapan mata

Antara gumam, marah dan lelah

 

Nyata,

Di hadapan langit menara

Sang taman hanya umpama

Lebur, saat yang berjalan, mendongak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s