Pengakuan Pecundang

Inilah aku yang berlari
dari kelelahan jagad
menuju kesempitan dunia sendiri

inilah aku yang menyerah
muntah dan terengah-engah
antara dengung penyesalan
dalam lautan ketidak mengertian

inilah aku yang sangat membenci
akan keterbatasan diri pribadi
yang rusuh
ribut
lena
yang hanya bisa mematung
yang selalunya bisa terisak
yang padanya hanya ada kerontang jiwa
juga sepi sedan kusutna pemikiran

inilah aku yang berusaha tak peduli
menutup diri
dan lucunya masih tetap beringin suci

inilah aku yang berbalik arah
karna ketakutan
lebatnya rimba
sementara otak pincang dan hati nyeri tak terduga

inilah aku yang terisak
sambil berusaha berhenti menangis
mengambil langkah menjauh
dan pura-pura tidak tahu
sekeliling dari pagar ayu, duniaku

Advertisements

Sedulur Takdir

Apa itu pasti
Hati saja masih berlari-lari
apakah pasti itu
nyata
saat hanya kamu yang yakin

terbayang suam semalam
saat petir ada
lama
tapi hujan tak juga tiba
tanah lalu merindu
minta basah

kemanakah yakin
cinta saja masih tergolong miskin
kemana harus yakin
saat tidak merindumu
sedang merindunya

terik shubuh menjelang
tanah terbasahkan
bukan hujan
air lain datang sebagai takdirnya
takdir si tanah terbasahkan
air lain datang

adakah bahagia?