Bersandar pada Katamu

iya,
tersungkur mengingatmu
dalam jarak goresan pena dan kertas
puisi ini memang cuma kamu

bukan,
sebaik ada lintasan hati mengingat
tak ada niat
remah-remah memori terjaga dan menjaga
menetap dan tak pernah luruh
dalam semua kontra

sedap,
wangi masih melingkupi
dini gemerisik dari semua kata pasif
menggores liar dalam bingkai sebuah imagi
karam kelam, ia
memimpikan asa
sebuah pelukan

lega,
meraup kehadiran bisu
jiwa dan senyummu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s