Berharap tapi tidak Ingin

Ketika rasa tidak ingin bersama
Dosa…
Ketika cinta hanya untuk fana
Untuk pahat jemarimu atas renta bahu
Dan tatapan benderang kita

Jeda kata yang beri koma pada cerita-ceritamu
Warna indah lantunmu yang syahdu atas
Ayat-ayatNya juga
Visimu dan abuya-mu

Ada jentik
Mengecap sengit padang hati
Yang ingin memiliki
setiap nada
Setiap kerling
Setiap resonansi

Meski (padahal) kita sudah bangun bahtera masing-masing
Apakah ini tanda kita tidak siap mengarungi?

***
Hanoi pagi buta
(Aku)
Tak ingin mencerna kopi kental kita
Dalam ruang sempit dan lelah mata
Rutukku pada jam terbang yang beda
Dan lantai kamar kita yang tak sama
Hanoi pagi buta
(Aku)
Masih ingin menatapmu lebih lama

Sebenarnya ada kata yang harusnya sampai dalam kotak surat yang kamu punya
Lebih dari segalanya
Aku ingin kau juga punya rindu yang sama
Hufff tidak
Aku hanya ingin kau peka

Banyak wanita yang mudah jatuh cinta
Dengan apa yang kau punya
Berhentilah
Setidaknya kurangilah
Sikap yang terlalu ingin dicinta

Mengerikan, bukan
Hati ini pasrah hingga menjadi remah
Meski hanya lewat tatap dan sedikit tepuk pada pundak
***

Kini aku yang balik tanya
Adakah nyata yang kau sembunyikan
Atau pura yang kau perlihatkan

Sejauh horizon yang menggantung di udara
Tanya lain sergap menyergap

Sejauh hati ini menahan
Isak menunggu

Sejauh pikiran ini mampu
Aku putuskan untuk tidak menjadi gagu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s