Dia bersama yang sabar

 

Kadang, berkala kau rasakan nadimu

Berkedut pilu

Di ujung akhir pergelangan tangan

Di, dalamnya sukma hati dan rasa

Di leher sebelah kanan

Batas atas kerongkongan dan udara

 

Kutuk tak ada berkah

Tangis sudah lelah

Tenaga hanya ada pada sebuah marah

Resonansi otak sudah berteriak: MATI RASA!!

     namun, aliran darah menolaknya

 

Ada letih pada gelisah hati yang menolak melindungi

Kram pada hujung salah menyalahi

Tercekik untuk gulana, penantian tanpa notifikasi

***

Apa itu tenang?

 

Bukan oase, karna ia tak hadirkan segar

Bukan fantasi, karna ia tak berikan nyata

Semata, tenang hanyalah

pemberhentian absurditas

Tenang sungguh hanyalah sebuah normal

yang tak pernah sama untuk setiap kepala

Tenang itu berkah Tuhan!

 

Minta saja……

Namun, sadar

Dia bersama yang sabar…….

Refraction of our heart

 

 

Bias

Fuliginous light come with a wind

A misty miss spin

Soulful love grin

Tears on cheek, whipped

 

Bias

In distance of sight

In between water and light

Side by side

Two various breaths collide

 

Bias

Its you Its me

Its our torque relationship

A malevolent intention that spurred with innocence

A miss that keep transmute

Beyond a love that God keep it clandestine

 

A flagrant heart is ours

It will always bias

On wind you fly

In water i drown

The Adventure Time

 

 

Pada lain dunia

saat aku menjadi ratu permen gula gula

dan kau menjadi pangeran terlantar negri manusia

 

waktu yang lebih lama

 

batas percik hati yang tak ada

 

senyum senyum yang lontar sana sini

 

cium jauh berbentuk hati yang memenuhi ruang jemari

***

Jika tak bisa,

Aku ingin sebelum waktu yang ada berikan lebih sedikit masa

 

biarkan pendarku lebih mengudara

pada hatimu yang tak punya tempat untuk tambatkan jangkar asa

 

***

Karna tak mungkin,

aku hanya ingin kita, aku, maaf

pada setiap curi curi masa

 

senyummu yang berkembang

dan manismu yang terpendam