Dia bersama yang sabar

 

Kadang, berkala kau rasakan nadimu

Berkedut pilu

Di ujung akhir pergelangan tangan

Di, dalamnya sukma hati dan rasa

Di leher sebelah kanan

Batas atas kerongkongan dan udara

 

Kutuk tak ada berkah

Tangis sudah lelah

Tenaga hanya ada pada sebuah marah

Resonansi otak sudah berteriak: MATI RASA!!

     namun, aliran darah menolaknya

 

Ada letih pada gelisah hati yang menolak melindungi

Kram pada hujung salah menyalahi

Tercekik untuk gulana, penantian tanpa notifikasi

***

Apa itu tenang?

 

Bukan oase, karna ia tak hadirkan segar

Bukan fantasi, karna ia tak berikan nyata

Semata, tenang hanyalah

pemberhentian absurditas

Tenang sungguh hanyalah sebuah normal

yang tak pernah sama untuk setiap kepala

Tenang itu berkah Tuhan!

 

Minta saja……

Namun, sadar

Dia bersama yang sabar…….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s