Pada di-kau

 

Pada tiap rasa

 

Ya, pada tiap sentuh yang kau punya

Pada hari-hari yang berikan riak telaga

Pada semua bodoh

Pada setiap rindu yang akan ada

Pada setiap wacana dan asa masing masing kita

 

Dan pada derik hujung mata yang kau punya

Pada gila yang tak terkira

Pada kerut antara dahi yang kadang singgah

***

 

Kau sempat hadir dalam segala unik rupa

Dinyana, kau masih ada dalam setiap semangat daya

Terimakasih, kau dan setiap pada

Tebar Asa dalam Tepian Hati, Hati Kita

 

Tepian hati

lasak, bercengkrama dengan mimpi

poranda atas angin-angin visi

hembusan gigil yang menelungkup

tekad akan sebuah eksistensi abadi

 

Bergumul kita dalam pribadi

antara yakin tak yakin

dan mungkin tak mungkin

Berhenti kita,

Atas potret sakitnya kejatuhan

dan sukarnya kebangkitan

 

Dalam sepersekian detik  antara gaduh tepian hati dan keindahan visi

ludah tertelan, jeda terhantar