Satu Barisan

 

Jendelaku tertutup

Otakku menari

Jariku memetik, sekumpulan huruf

 

KITA,

hatiku ragu akan spasi yang harusnya ada

antar huruf atau antar suku kata

nalarku malah lebih ragu lagi

pernahkah ada kita?

 

***

Pernah ada

Saat waktu masih berjalan lambat

Kamu adalah makhluk paling abstrak yang pernah ada

 

Saat aku masih suka menenggelamkan diri di mata-mata manusia

Mata mu adalah palung terdalam

Arus lembut dengan muara yang tidak pernah terlihat

 

Pernah sekali

Saat waktu masih membiarkan kita menyusun teka teki

Kamu adalah pujangga yang paling aku tahu dan paling aku suka

 

Saat aku masih gagu beranalogi

Dan kamu sudah menjadi surrealis sejati dalam berpuisi

Mumpuni untuk melihat senja warna warni

Hingga aku jatuh cinta pada puisi

 

***

Shubuh waktu musim panas mulai berderik

Sepi

Kamu dimana?

 

Aku disini selalu mengingatkan diri

Untuk berusaha pada KITA- Sebaris pujangga-

yang akan saling

mengingatkan indahnya cinta pada kata-kata

 

-Sebuah latihan berpuisi yang di khususkan untuk Radjie

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s