How Can I Stop Loving You?

Tika katamu ketikkan syahdu rindu

Saat lengkung bibirmu berikan letupan merah jambu

Bahagiaku

Hanya ada dalam dekatku

 

Kala itu senja nanar sinarnya padamu

Menjedakan waktu

Memberikan jarak

Kamu – Aku

 

Tika resonansi nada suaramu perlahan terdengar

Bahagiaku

Dalam lentingan tak biasamu

Untuk nada tak berdasar olehmu

 

Kala itu rima kita tidak menyatu

Gerak lelahmu

Memberikan jarak

Kamu – Aku

 

Tika pelukku dan pelukmu

Terbaring dalam canda

Terbaring dalam balas

Aku pasrah pada angin yang menghempaskan baumu

 

Kala,

berucap sudah padaku

Kamu,

memberikan jarak

Aku,

tidak tahu bagaimana berhenti

Menyukai,

suara, kata dan baumu

Kuningan is Never be an Ampang

Blush

There’s a wind sing beside me

Brush Brush Brush

Heavy rain sing along with me

Brum Brum Brum

Ah That’s my motorbike Twinkie

Teet Teet Teet Teet Teet

The road start to scream

Beep Beep

My lamp signal suddenly blinking

Hihihii

Never mind just a lady across the street

60, 80, then 120

My Twinkie still run smoothly

Make it faster baby

Yell a lady in pink

Don’t  you know dude?

I am Rempit

The King of Ampang street

I can drift all the street

Until it become sheet

Red and yellow it mean green

Fly on the street? Um I just can grin

I can fit between two trucks

Cutting, turning and no signaling are my specialities

Dusty air tickles me

Deserted road convince me

I am the king here

Lets show people I own the street

Furious I am

Fast is my Twinkie

The tire cant stop spinning

I show people I own the street

Brak, Brukk

Ahhhhhh, Kretak

I see blood

I cant wake up

I hear a lady cant shut up

Oh I just hit someone….

***

I face a fierce sun, now

Wrestle with stifle air, now

Grapple the unknown street, now

I can’t take it, now

I am without Twinkie, here

On the sweatiest street I’ve ever been

In a wicked city

Oh I cant take it

Cutting, turning and no signaling are my specialities

Uh not here

I hear people scolding

I just can keep honking

I see  beggars asking

Oh I cant take it

My sight freeze

I am not moving

I even cant blocking

I feel like a dumb king street

Oh ya I am not king here

Its not Ampang dear

Kuningan it is

 

PS: ahahhaa, ini puisi buat exam >.<

Welcoming 2013

Saya menyambut 2013 dengan penuh huru hara. Dan di akhir bulan pertama ini, izinkan saya menebar senyum saja untuk semua. Sebetulnya saya ingin menyebarkan rencana cita-cita saya. Huh bukan, ini adalah rencana gila saya. Yah, semenjak saya pikir rencana saya itu gila, saya tidak jadi menyebarkannya. Mungkin nanti, atau mungkin post setelah ini. You know me, i always change my mind. Sigh.

2013 bagi saya adalah tahun kedua di usia dewasa saya. Tahun kedua saya menjebloskan diri saya ke dalam masalah. Dan tahun ke dua untuk saya berjuang bertahan. Tersenyum di depan semua keterpurukan saya, dan berusaha bangkit gila gilaan. Seperti biasa, saya tidak pernah menceritakan detail masalah saya. You know me, i keep all my own secrets sink deep down in the middle of very wide sea. Mungkin nanti, tahun ini, di novel saya (yang draft nya tidak eksis, tapi tetap harus jadi bulan depan). Sigh

Seharusnya, untuk sebuah selebrasi kesalahan, pembuka pesta adalah taubat dan ratap bukan? Tapi saya dengan tololnya, malah merayakannya dengan ceria yang cenderung berlebihan. KLCC menjadi tempat pelarian saya, tidak mencari masalah sih, hanya ingin melihat kembang api di awal tahun ini. Berlebihnya, karna kelaparan, The Apartement menjadi tempat pilihan saya untuk cari amakan. harga kursinya lebih mahal dari harga makanan saya. Dan sparkling water saya lebih mahal daripada Heineken Beer nya temen di kursi seberang. Sigh.

***

Tapi, saya memang bukan perempuan pengikut mainstream mana mana. Jadi sekarang, jika biasanya, orang orang yg berada di posisi saya akan stress luar biasa, saya memilih tenang dan menyusun rencana. Dan terus membuat senyuman. Dan mendekatkan diri pada Tuhan. Dan memaksakan diri saya percaya, semuanya tidak akan terjadi di luar kemampuan saya; in other words semua akan baik baik saja.

***

Jika kamu adalah manusia bermasalah di awal tahun ini, percayalah kamu bukan satu satunya. Dan percayalah kamu bisa melaluinya.

 

Be Fierce,

 

Azmi

***

i welcome you to my 2013 blog, with remind u not to forget smile everyday.

:)

🙂

18 dan Saya juga Perubahan

Image

starting over 18

Hampir 6 bulan sudah saya berumur 18 tahun. Setelah membaca tulisan di blog ini rasanya saya bisa menyimpulkan kalau harapan saya tentang diri saya tidak (belum) terwujud. Dan sepertinya bulan ini adalah saat akhir untuk menyelesaikan masalah dan saat awal untuk kembali membangun semua mimpi yang sudah terinjak-injak selama enam bulan. Insha Allah. Hah, sedih rasanya saat kamu merasa mantap akan segalanya tapi nyatanya kamu gak tau apa apa. Sebelum berumur 18, saat itu semangat masih membara untuk memburu kebaikan, terbang menuju cita-cita, dan berlari ke arah kebenaran. Merasa yakin sekali untuk menikah muda, merasa mantap sekali untuk menjadi penulis bahkan sampai harus pindah jurusan, merasa senang sekali bahwa saya punya kecerdasan di atas yang lain, merasa bahasa inggris saya sudah lumayan bagus, merasa saya sudah cukup mengerti tentang Islam dan dakwah. I was overconfident, I think. Mungkin saat itu, saya berfikir saya sudah cukup banyak membaca sehingga cukup ilmu untuk merangkai ideologi dan visi diri. Tapi nyatanya tidak.

Nyatanya, Saya ga akan bisa merangkai visi diri yang benar sebelum saya melihat dunia dan berbagi pengalaman dengannya. Saya dulu tinggal di ibukota provinsi yang tidak lebih maju dari kotamadya nya, memiliki orangtua yang lumayan konservatif, dan memilih teman yang homogen. Saat itu saya berfikir I’m great enough to do things. Dan memang I was great enough. Untuk zaman muda saya. Tapi saat Allah memilih Malaysia sebagai destinasi perkuliahan saya, kabut imajinasi di kaca hidup saya perlahan menghilang. Kenyataan tampak lebih jelas, merefleksikan nyata dunia beserta indah dan kejamnya. Dengan takdir jalur Malaysia, daftar mimpi-mimpi saya tercoret satu, dan tidak sampai situ jalur ini menjanjikan mimpi-mimpi lain untuk juga terwujud.

Proyeksi saya sampai pada paragraf akhir di halaman 7 buku For One More Day karya Mitch Albom, “All that happens when your dream comes true is a slow, melting realization that it wasn’t what you tought”. Kesannya sih seperti tidak bersyukur ya, mimpi sudah terwujud tapi masih saja merutuk. Karena sebenarnya pahitnya kenyataan setelah mengecap manisnya mimpi adalah karena kita terlalu mabuk berada di manisnya atmosfer mimpi. Saat itu, ada perasaan superior yang mucul, merasa cukup hebat dan cukup kuat hingga mimpi-mimpi lanjutan akan menyusul tanpa perlu bekerja sangat keras. Pahit sangat, itu yang saya rasakan sekarang. Susah memang bangun dari pelukan mimpi untuk memeluk mimpi yang lain.

Lima kali pindah tempat tinggal, empat lelaki yang berbeda, di tiga semester yang tak pernah sama, dengan dua jurusan yang berlainan, cukup bisa menjanjikan tidak akan ada lagi Ami yang sama. Bahkan untuk sebuah nama, Ami yang terdengar manja dan selalu ceria berganti menjadi Azmi. Siapa yang menyangka pertambahan satu huruf diantara nama saya, membuat saya lebih fierce untuk menanggapi kehidupan. Fierce, kata halus untuk ganas di otak saya. Keganasan yang menghidupkan, membuat saya lebih berani melakukan apa saja sebelum umur saya mencapai angka 2 di nominal puluhannya. Dan nantinya huruf Z ini juga yang akan membuat tegar hidup saya, menambah keprofesionalitasan saya, dan memanikan hidup, saya tentunya. Dewasa, dewaza. Masih soal nama yang berubah, another thing happen di nama belakang saya, walaupun belum terjadi dan masih ada kemungkinan tidak akan terjadi. Hoffmann, kata itu yang akan muncul di akhir nama saat saya menikahi lelaki German itu. Menambah semangat bagi diri saya, meyakinkan diri bahwa saya adalah hope-man (manusia yang di harapkan). Dan kembali sepertinya profesionalitas, persepsi, dan paradigm seorang saya di atas kertas akan lebih berubah. Itu perubahan terkecil di umur saya ini.

Penampilan adalah hal kedua dan mungkin terbesar yang terlihat di angka 18 ini. Tidak jauh berbeda sih, tapi tetap saja orang orang yang bersama saya di fase sebelumnya akan bertanya. Kenapa jilbab dan rok saya tidak selebar yang dulu? Kenapa sekarang pakai aksesoris dan ikat pinggang? Kenapa bibirnya terlihat basah dan ada garis dia atas mata, pipinya berwarna pink pulak, kenapa? Kenapa, Azmi? Haruskah saya menjawab. Mungkin tidak exactly menjawab pertanyaan itu, saya akaan menjawab begini. “I did fashion with faith, n now I do fashion with faith too, maybe you think my faith is changing, but for me it is developing, cause I am trying, and nothing wrong with this”.  Ah, mungkin pertanyaa barusan terlalu singkat, random dan tidak jelas, semoga saya bisa menjelaskannya suatu saat di post yang lain yaa.

Saya lebih memilih semua ketidakbiasaan ini sebagai adaptasi. Adaptasi untuk menyeimbangkan fisik, hati dan akal pada diri. Pada angka 18 ini semuanya tumbuh, termasuk circumstances. Dan bukan kah ketika lingkungan berubah, adaptasi adalah cara bertahan paling ampuh yang ada. “Boleh membaur asal jangan melebur” itu quote paling sering saya dengar dari homogenitas di heterogen kehidupan saya yang dulu. Dan tetap saya pertahankan itu. Ami masih ada dalam Azmi. Walaupun, satu mendominasi yang lain. Sebenarnya ada penjelasan lain soal ketidakbiasaan diri saya ini. Perubahan saya. Azmi yang berumur 18 tahun ini terlalu ingin tahu semuanya, rasa ingin coba coba saya juga lah yang membuat saya melakukan berbagai experiment setelah meyakinkan diri saya hal itu cukup rasional untuk dilakukan.

Image

wahai…

Saya hentikan post curhatan berisi 800 kata ini di paragraf ini. Semoga post ini pembuka, untuk post-post lain. Saya tidak bisa menjanjikan kalian akan melihat post yang bermanfaat. Karena saya tidak mau menjadi naïf, berpura pura berusaha untuk menginspirasi tapi sebenarnya tidak sama sekali. Ini azmi yang baru sekarang, kenalin ya. Semoga siih, di post-post selanjutnya kalian akan banyak mendapat cerita, saya pengen banget nulis soal perjalanan saya, music yang baru saya dapat di you tube, drama tv saya, kehidupan cinta saya, buku baru saya, barang baru saya. Ah random lah. Semoga kalian masih disana dan membaca.

Lagu untuk yang masih ingin bermimpi. Saya dan mungkin kamu.

80’s song. Covered by Glee in 2012. Crowded House. Dont Dream It’s Over.

Be fierce,

 

Azmi

curhat dari sebuah bola mata hitam

Moslem?
Tanya seorang makcik dengan ketus dan sedikit berteriak dalam jalannya melintasi kami. Dan saya cuma bisa senyum.

Ya Rasulullah,yang wajahnya selalu berseri
Aku yakin wajah itu pasti karna senyum yang tak pernah henti
Aku ingin curhat ya Rasulullah…
Disini senyum susah dicari

Bukan untukku, karena dengan jilbab ini senyum itu mudah dibeli
Tapi untuk dia, umatmu yang bermata biru dan berambut coklat

Seragam kaus dan jinsnya memang jauh dari tampang turis
Tapi disini, tetap saja mereka memandang dia adalah outsider
Dia beda, lalu kenapa tak ada senyum manis?
Dia kann juga umatmu, percaya pada Allah dan padamu ya Rasul

Huh, jangankan senyum manis
Adanya malah dia sering disuguhi tatapan tajam
Dari kepala sampai kaki
Bukan Cuma satu detik,
Tatapan itu berlanjut sampai langkahnya kelima

Ya Rasulullah, dalam hela nafasku
Aku mencoba membangkitkan dirimu
Yang gagah tegap tapi tetap membumi
Aku coba menghayatimu jejakmu yang santun
Dan tatapan syahdu penuh arti itu
Ah, sepertinya aku terlalu rindu
Bagaimana tidak rindu?
Kalau mendengar cerita saudaraku….

Uhm…
Saudaraku yang samasama berkulit tan sepertiku dan juga yang agak putih sedikit
Bisakah kita belajar, samasama
Bahwa, Islam itu mendunia
Plis, siapkan diri kamu untuk menyambut Islam secara internasional itu

#agak sedikit kesal, karena sering diburu sama mata-mata tajam yang sedikit kelewatan
#sudah menemukan formulanya, daripada menggeretu dan membalas dengan ‘What?’ lebih baik senyum yang paling manis untuk mereka

Shiny Juni

Uohh lama sekali gua tidak menulis d blog ini yah fellas.. selama itu pulalah gua tidak bersemangat hidup sepertinya *eh… Alhamdulillah 3 minggu terakhir ini semuanya berangsur-angsur membaik,, Allah memberikan sedikit rahmanNya ke gua melalui pangeran itu, masih ingat kan tentang sang pangeran. Akhirnya, akhir cerita kita di chapter pertama berakhir di pilihan C. Alhamdulillah, Subhanallah, Allahu Akbar.

Oke, first post di akhir mei dan hampir awal juni ini insha Allah akan membahas tentang Shiny Juni. Hehehehhe,sebuah resolusi gua di bulan Juni karena Juni ini sangat special!! Berikut alasannya kenapa Juni itu bulan special gua :

1. Gua bakal berumur 18 pada bulan Juni tepatnya tanggal 9 hihihihi
2. Gua punya banyak waktu di bulan ini ampe ntar gua balik ke Indonesia, ada 27 hari yang harus gua habiskan dengan sekreatif mungkin 😉
3. Gua bakalan menghabiskan 27 hari dengan indah dan cerdas bersama sang fianceé sebelum dia balik ke Jerman
4. Gua akan menemui Ramadhan di bulan Juli 😀 insha Allah 😀

Cukup 3 alasan saja lah yang membuat saya harus bahagia dan semangat untuk membuat Shiny Juni ini. So Shiny Juni akan dibagi menjadi tiga aspek penting, *huohuo. Aspek Pertama adalah aspek pencerahan diri (Get-My-Self Shiny), terus yang kedua adalah Get My Engagement Shiny, dan yang ketiga adalah Get-My-Writing-Shiny. Nah kalau di aspek pertama adalah gimana caranya gua menjadi pribadi yang baik dalam rangka persiapan menemui bulan Ramadhan, dan juga menemui orang tua sekaligus meninggalkan sang fiancée di akhir Juni, wah kompleks sekali bukan.. jadi di bulan Juni inilah persiapan gua, secara kan harus memberikan impression yang baik untuk ketiga orang luarbiasa itu dan harus menjadi pribadi yang maksimal di bulan Ramadhan nanti ;). Lalu yang kedua, adalah tentang gimana caranya gua maintain supaya hubungan ini menjadi hubungan yang sangat sehat membahagiakan dan membuat kami dekat dengan Allah SWT.Dan yang terakhir, walaupun mirip dengan aspek pertama namun khusus deh ini writing skills!!!! Hal special yang sepertinya gua punya (selain bakat beribicara gua :P) gua pengen banget mengasah kemampuan menulis gua, dan sepertinya gua harus disiplin dengan diri gua sendiri di bulan Juni nanti.

Nah dengan mengucap Bismillahirrahmaniirrahim.. inilah paparan lengkap Shiny Juni saya 😉 

#1 How to Get-My-Self-Shiny
*Tilawah Qur’an 1juz a day
*Shaum Sunnah pada waktunya seseringseringnya
*Jogging every Tuesday, Wednesday, Saturday, Sunday at 6pm
*Take a swimming course with Ka Ziha (choose the day perfectly!!)
*Read before sleep (ask good book from B!!!)
*Keep think positive and smile 
*Al-Ma’tsurat di seringin
*Hafalan harus nambah 10 surah
#2 How to Get-My-Engagement-Shiny
*Trip to Penang
*One day with car
*Hafalan barengggggg
*Tilawah bareng qobla atau ba’da jogging bareng
*Study together @library
*Merencanakan halhal yang harus dilakukan kalau udah balik ke Negara masing masing
*Merencanakan pertemuan selanjutnya
*Membuat deadline tanggal tanggal penting (seperti kapan harus ngomong ke orang tua, kapan ketemu orang tua dia, kapan mau walimahnya,etc)
#3 How to Get-My-Writing-Shiny
*Nulis di blog minimal 3 post sehari
*Nulis di tumblr 20 post original
*Ikut lomba nulis 😉

Yaps itu dia,,,,, akhirnya first post di selesaikan juga,, semoga bisa di jalankan ya.. dan semoga bisa bermanfaat, walaupun post ini terkesan curhat, semoga bisa menginspirasi untuk tetap bangkit dan melejit setiap kali melewati masalah –eh, gua belum cerita masalahmasalah gua yaa… huhu entar yaa-
Salam semangat buat semua 😉